Kamis, 21 November 2013

Tugas 3 Etika Profesi Akuntansi

www.gunadarma.ac.id


TUGAS 3
ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Nama   : Indah Dwi Lestari
NPM   : 23210491
Kelas   : 4EB18

1.    Bagaimana budaya organisasi bisa mempengaruhi perilaku etis?
Jawab:
Budaya organisasi merupakan nilai, anggapan, asumsi, sikap dan norma perilaku yang telah melembaga kemudian mewujud dalam penampilan, sikap dan tindakan, sehingga menjadi identitas dari organisasi tertentu. Budaya organisasi sangatlah penting untuk memahami konsep budaya organisasi. Budaya organisasi dapat mempengaruhi cara orang dalam berperilaku dan harus menjadi patokan dalam setiap program pengembangan organisasi dan kebijakan yang diambil. Hal ini terkait dengan bagaimana budaya  itu mempengaruhi organisasi dan bagaimana suatu budaya itu dapat dikelola oleh organisasi.
Etika adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etis adalah perilaku yang sesuai dengan keyakinan individual dan norma sosial tentang tindakan yang benar dan baik.
Pentingnya budaya organisasi yaitu :
Budaya dipelajari dan  membantu manusia dalam usaha mereka berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain dalam masyarakat .
Ketika nilai dan kepercayaan dalam budaya berbeda, beberapa orang memiliki masalah penyesuaian. Jika hal ini tidak diantisipasi, maka akan menjadi penyebab kegagalan usaha dalam organisasi yang disebut “culture shock
Budaya adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan perilaku yang mewakili norma operasi umum di lingkungan Anda. Budaya biasanya tidak didefinisikan sebagai baik atau buruk, meskipun aspek budaya Anda mungkin mendukung kemajuan dan kesuksesan dan aspek lain menghambat kemajuan anda.
Sebuah norma akuntabilitas akan membantu membuat organisasi Anda sukses. Sebuah norma layanan pelanggan spektakuler akan menjual produk dan mengikutsertakan karyawan Anda. Menoleransi kinerja yang buruk atau menunjukkan kurangnya disiplin untuk memelihara proses dan sistem yang mapan akan menghambat kesuksesan Anda.
Sumber:http://allanerlangga4eb17.blogspot.com/2012/12/budaya-organisasi-dapat-mempengaruhi_1.html

2.    Gambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku etis dan tidak etis?
Jawab:
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku etis dan tidak etis:
a)  Faktor Individu,tingkat pengetahuan, nilai moral, sikap pribadi, tujuan pribadi, dan lain-lain.
b)  Faktor Sosial,norma budaya; keputusan, tindakan dan perilaku rekan kerja; serta nilai moral dan sikap kelompok referensi (seperti suami/istri/pacar, teman, saudara, dll).
c)  Kesempatan/Peluang,kebebasan yang ‘diberikan’ organisasi pada setiap karyawan untuk berperilaku tidak etis. Hal ini tercermin pada kebijakan, prosedur, dan kode etik organisasional.

Contoh kasusnya :
Masalah komunikasi bisnis (terutama iklan) yang menyesatkan, contohnya berkaitan dengan label “100% halal”, “low fatfat free, natural preservative”; praktik penipuan diskon (harga telah dinaikkan baru didiskon), menyembunyikan informasi, memanfaatkan “blow-up” informasi, dan seterusnya

3.    Faktor apakah yang mempengaruhi etika secara internasional?
Jawab:
1.         Kejujuran
2.        Integritas
3.        Objektivitas
4.        Perilaku Profesional 
5.        Tanggung Jawab
6.        Kebiasaaan yang dianggap baik oleh orang banyak.
7.        Kebudayaan yang berlaku dimasyarakat luas.
8.        Perilaku sehari hari.
9.        Keputusan lembaga/organisasi internasional.
10.     Kesepakatan bersama antar bangsa bangsa
11.    kode etik dalam intdustri dan perusahaan
12.    kode etik dalam bidang ekonomi
13.    kode etik dalam bidang kesehatan
14.    kode etik dalam bidang politik

4.    Jelaskan cara menggunakan proses seleksi karyawan untuk mendorong perilaku etis?
Jawab:
Penampilan karyawan, baik yang bersifat fisik maupun mental, memiliki pengaruh bagi pembentukan citra perusahaan. Oleh karena itu etika yang baik perlu benar-benar ditanamkan dalam perilaku karyawan. Bagaimana mewujudkannya, berikut ini kami sampaikan tujuh cara untuk mendorong perilaku etis karyawan.
1.      Berilah teladan perilaku yang Anda harapkan dari bawahan
2.      Kembangkanlah Kode etik formal yang tertulis
3.      Hukumlah setiap karyawan yang melanggar kode etik
4.      Adakan sesi pelatihan mengenai bagaimana mengatasi situasi tidak etis
5.      Dengarkanlah karyawan yang mempunyai keluhan sebelum mereka menyebarkannya keluar
6.      Tetapkanlah standar seleksi dan promosi yang mengukuhkan perilaku etik
7.      Tetapkanlah etika dan moralitas sebagai bahan pokok dalam kultur perusahaan
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar