Kamis, 18 November 2010

personalia

universitas gunadarma

PERSONALIA
1.      PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA DAN KOMPENSASI
a.      Pendahuluan
Organisasi merupakan wahana untuk mencapai tujuan. Agar supaya pencapaian tujuan dapat dilaksanakan dengan baik, diperlukan fungsi-fungsi. Pengertian fungsi adalah tugas-tugas yang dapat dengan segera dibedakan dengan tugas-tugas yang lain.
b.      Macam/Jenis Personalia
Sesuai dengan fungsinya, pada dasarnya di dalam perusahaan terdapat dua macam tenaga kerja, yaitu :
1.      Tenaga eksekutif : yang mempunyai dua tugas pokok ialah mengambil berbagai keputusan dan melaksanakan fungsi organic manajemen : merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinir dan mengawasi.
2.      Tenaga operatif : merupakan tenaga terampil yang menguasai bidang pekerjaannya, sehingga setiap tugas yang dibebankan kepadanya dapat dilaksanakan dengan baik. Tenaga operatif dari segi kemampuannya melaksanakan tugas dapat dibagi menjai 3 golongan yaitu :
a.       Tenaga terampil (skilled labor).
b.      Tenaga setengah terampil (semi killed labor)
c.       Tenaga tidak terampil (unskilled labor)
c.       Sumber Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang diinginkan oleh perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber berikut :
1.      Dari dalam perusahaan.
2.      Teman-teman para karyawan.
3.      Lembaga penempatan tenaga kerja.
4.      Lembaga pendidikan.
5.      Masyarakat umum.
d.      Seleksi Tenaga Kerja
Proses seleksi merupakan usaha untuk memilih diantara sekian banyak calon, personalia yang benar-benar memenuhi syarat. Ada beberapa masalah penting yang harus di lakukan dalam proses seleksi, yaitu :
1.      Penentuan Jenis (Kualitas) Tenaga Kerja
Yang meliputi penentuan prasyarat yang harus dipenuhi antara lain :
a.       Batas minimum-maksimum usia.
b.      Pendidikan minimal yang dimiliki.
c.       Pengalaman kerja yang telah diperoleh.
d.      Bidang keahlian yang dimiliki.
e.       Ketrampilan lain yang dimiliki.
f.        Pengetahuan-pengetahuan lainnya.
g.       Dan sebagainya.
2.      Penentuan Jumlah Tenaga Kerja
Penentuan jumlah tenaga kerja ini, meliputi dua hal pokok yaitu :
a.       Analisa beban kerja : peramalan penjualan (sales forecast), penyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk membuat satu unit barang.
b.      Analisa tenaga kerja untuk menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode tertentu.
3.      Proses Seleksi
Tahap-tahap proses seleksi yaitu :
a.       Pengisian formulir atau penyortiran lamaran-lamaran yang masuk.
b.      Wawancara pendahuluan.
c.       Psycho-test.
Psyco-test meliputi 5 hal yaitu :
1.      Aptitude test – menguji sikap seseorang.
2.      Achievement test – menguji bakat seseorang.
3.      Interest test – menguji minat seseorang.
4.      Personality test – menguji kepribadian seseorang.
5.      IQ test – menguji kecakapan seseorang.
d.      Wawancara lanjutan.
e.       Pengujian referensi.
f.        Pengujian kesehatan.
g.       Masa orientasi.
e.      Pengembangan Karyawan
Para karyawan baru maupun yang sudah bekerja, masih perlu pula dikembangkan lebih lanjut, disamping untuk lebih meningkatkan keterampilan kerja dengan harapan agar :
1.      Tingkat produktivitas bertambah
2.      Mengurangi tingkat kecelakaan
3.      Mengurangi besarnya scrap
4.      Meningkatkan gairah kerja
Pada dasarnya, terdapat dua metode pengembangan karyawan, yaitu :
1.      Dilaksanakan di dalam dan oleh perusahaan sendiri.
2.      Dilaksanakan diluar perusahaan dan oleh lembaga lain.
f.        Kompensasi
Kompensasi adalah imbalan jasa yang diberikan secara teratur dan dalam jumlah tertentu oleh perusahaan kepada para karyawan atas kontribusi tenaganya yang telah diberikannya untuk mencapai tujuan perusahaan. Dalam masalah pengupahan ini, terdapat tiga macam teori upah ekonomi yaitu :
1.            Teori pasar
2.            Teori standard hidup
3.            Teori kemampuan untuk membayar
g.      Factor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Upah
Besar kecilnya tingkat upah bagi buruh, dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain :
1.      Pasar tenaga kerja
2.      Tingkat upah yang berlaku di daerah yang bersangkutan
3.      Tingkat keahlian yang diperlukan
4.      Situasi laba perusahaan
5.      Peraturan pemerintah
h.      Metode Pengupahan
Metode-metode yang dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan pengupahan kepada buruh/karyawan yaitu :
1.      Upah langsung (straight salary)
2.      Gaji (wage)
3.      Upah satuan (piece work)
4.      Komisi
5.      Premi shift kerja (shift premium)
6.      Tunjangan tambahan (fringe benefit)
i.        Upah Insentif
Karakteristik pokok dari upah insentif yang baik, yaitu :
1.      Harus menunjukkan penghargaan kepada karyawan atas produktivitas mereka.
2.      Harus dapat di pakai untuk mencapai tujuan produktif per karyawan secara layak.
3.      Tambahan upah yang diperoleh karyawan harus paling sedikit diseimbangkan dengan biaya produksi terendah.
MACAM-MACAM BENTUK UPAH INSENTIF
1.      Full participation plan
Full participation plan merupakan upah insentif bagi karyawan pabrik dimana kegiatan ekstra pada tugas mereka, dapat menghasilkan produksi tambahan.
2.      Group insentif plan
Insentif diberikan kepada sekelompok karyawan, jika terbukti mereka dapat menunjukkan hasil yang menguntungkan, seperti :
a.       Peningkatan produktivitas,
b.      Penurunan biaya tenaga kerja per unit,
c.       Perbaikan kualitas produk, dan
d.      Pengurangan tingkat kerusakan produk yang dihasilkan.
2.      HUBUNGAN PERBURUHAN
a.      Hubungan Perburuhan Pancasila
Jika terjadi ketidaksepakatan antara buruh dan manajemen buruh mempunyai senjata yang dapat digunakan untuk menekan pembicaraan antara mereka yaitu :
1.      Boikot
Pemboikotan dapat dilakukan oleh buruh. Misal : menolak member barang hasil produksi perusahaan.
2.      Pemogokan
Merupakan cara yang ditempuh oleh buruh dengan berhenti bekerja sehingga menurunkan kondisi perekonomian perusahaan.
3.      Penghasutan
Cara ini dilakukan untuk mendukung pemogokan yang dilakukan dengan cara mencegah orang lain menjalankan tugas atau mengajak untuk ikut mogok.
4.      Memperlambat kerja
Memperlambat kerja dapat dilakukan oleh karyawan dengan cara mengurangi tingkat produktivitas mereka atau mengurangi jumlah produk yang dihasilkan.
b.      Perjanjian Kerja Bersama
Dengan adanya perjanjian bersama, buruh mempunyai kekuatan untuk dapat turut menentukan isi perjanjian tersebut. Isi perjanjiannya meliputi hak-hak dan kewajiban buruh maupun pengusaha.
HAK-HAK BURUH
Perjanjian kerja bersamanya yaitu :
1.      Besarnya gaji/upah minimal yang harus diterima buruh beserta kenaikannya.
2.      Tunjangan-tunjangan yang harus diterima.
3.      Hak untuk mendapatkan santunan kecelakaan di tempat kerja.
4.      Hak untuk mendapatkan promosi dengan sistem penilaian yang adil.
5.      Hak untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan melalui program training yang diberikan oleh perusahaan.
6.      Mendapatkan pesangon bila ia dipecat atau keluar atas kemauan sendiri (apapun alasannya).
7.      Besarnya pesangon.
KEWAJIBAN BURUH
Menurut haknya buruh dituntut juga oleh pihak pengusaha untuk melaksanakan kewajibannya, misalnya :
1.      Dating bekerja tepat pada waktunya.
2.      Menjaga ketertiban dan suasana kerja serasi.
3.      Berusaha meningkatkan produktivitas.
4.      Mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan ; mematuhi tata waktu kerja.
5.      Berusaha untuk selalu dapat melakukan penghematan untuk dapat menekan biaya produksi.
6.      Menyumbangkan gagasan-gagasan yang bermanfaat untuk kelancaran jalannya usaha dan penekanan biaya produksi.
7.      Bekerja sesuai yang digambarkan dalam deskripsi jabatan.
HAK PENGUSAHA
Hak pengusaha dapat dimasukkan sebagai materi pembuatan PKB yaitu :
1.      Hak untuk mengevaluasi kerja kartawan menurut tata cara yang telah disepakati.
2.      Hak menentukan/memilih/seseorang yang dianggap baik untuk menjadi pimpinan.
3.      Hak untuk menegur/mengarahkan, bila terdapat karyawan dipandang bertindak menyimpang sehingga merugiksn perusahaan.
4.      Hak utuk member promosi dan devisi kepada karyawan.
5.      Hak untuk memecat sesuai dengan peraturan yang berlaku.
KEWAJIBAN PENGUSAHA
Kewajiban pengusaha antara lain :
1.      Memberikan semua hak karyawan yang telah disepakati bersama; gaji, promosi, santunan, jaminan dan sebagainya.
2.      Memperlakukan semua karyawan secara adil.
3.      Memberikan fasilitas kepada karyawan, tempat ibadah, sekolah, rekreasi, dan sebagainya.
c.       Macam Perjanjian Kerja
Pada dasarnya terdapat tiga macam perjanjian kerja bersama yaitu sebagai berikut :
1.      Closed shop agreement
Perjanjian kerja bersama ini berlaku untuk pekerja/buruh, yang telah tergabung menjadi anggota serikat (persatuan).
2.      Union shop agreement
Persetujuan ini mengharuskan kepada para pekerja untuk menjadi anggota serikat dalam periode waktu tertentu sesudah mereka bekerja.
3.      Open shop agreement
Persetujuan ini memberikan kebebasan kepada para anggota untuk menjadi atau tidak anggota serikat.
d.      Konflik Dalam Hubungan Kerja
Penyelesaian konflik dapat dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu sebagai berikut :
1.      Diselesaikan oleh mandor sebagai wakil perusahaan, bersama dengan wakil buruh dalam bagian itu.
2.      Jika dengan cara penyelesaian pertama tersebut mengalami kemacetan, maka masalah tersebut diselesaikan ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu antara kepala bagian dengan wakil buruh bagian yang bersangkutan.
3.      Apabila masih terjadi kemacetan, masalah ini diselesaikan pada tingkat lebih tinggi lagi, yaitu oleh manajer sebagai wakil perusahaan dan wakil serikat buruh perusahaan tersebut.
4.      Apabila masih belum juga terselesaikan, masalah tersebut dibawa ke perundingan antara wakil perusahaan dan wakil buruh dengan penengah, yaitu P4D atau P4P, jika tingkat daerah tidak mampu menyelesaikan.
5.      Apabila belum dapat diselesaikan, maka penyelesaikan tahap terakhir dilakukan oleh dewan arbitrasi. Segala keputusan yang diambil oleh dewan ini, mempunyai kekuatan hukum yang bersifat mengikat kedua belah pihak.
e.      Perantara Dalam Pemecahan Konflik
Terdapat tiga macam cara pemecahan konflik dengan menggunakan parantara, yaitu :
1.      Konsiliasi
2.      Mediasi
3.      Arbitrasi
MACAM-MACAM ARBITRASI
Terdapat tiga macam arbitrasi yaitu :
1.      Arbitrasi sukarela (voluntary arbitration)
2.      Arbitrasi paksaan (compulsory arbitration)
3.      Arbitrasi otomatis (automatic arbitration)
f.        Lembaga-lembaga Bipartite dan Tripartite
Untuk menyelesaikan konflik yang macet, digunakan dua macam lembaga, yaitu :
1.      Bipartrite
Lembaga bipartrite mendasarkan diri pada pengertian bahwa setiap masalah yang timbul dari hubungan perburuhan merupakan tanggung jawab kedua belah pihak yaitu, pihak buruh dan pengusaha dan harus diselesaikan oleh mereka sendiri.
2.      Tripartite
Lembaga tripartite mendasarkan pada pengertian bahwa setiap masalah yang timbul dari hubungan perburuhan adalah merupakan tanggung jawab buruh, pengusaha dan masyarakat yang dalam hal ini diwakili oleh pemerintah. Sehingga setiap masalah perburuhan yang terjadi, harus dapat diselesaikan oleh ketiga unsur tersebut.
g.      Mencegah Konflik
Jika tidak mungkin menghindarkan sama sekali dari konflik tersebut, maka cara yang dapat di tempuh adalah mencegahnya, melalui berbagai usaha sebagai berikut :
1.      Melaksanakan lembaga keluhan dengan baik.
2.      Mengadakan survey gairah kerja secara rutin.
3.      Menyelenggarakan lembaga bimbingan dan penyuluhan.
4.      Mengikut-sertakan buruh dalam pengambilan keputusan.

Senin, 15 November 2010

produksi dan produktivitas

universitas gunadarma

PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS
1.      PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS
a.      Pengertian
Produksi adalah pengubahan bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen. Hasil itu dapat berupa barang ataupun jasa.
Perusahaan bisnis adalah sebuah organisasi/lembaga yang berubah keahlian dan material menjadi barang atau jasa untuk memuaskan para pembeli, serta diharapkan akan memperoleh laba untuk para pemilik.
Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energi, dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut
b.      Produksi
Manajer produksi bertanggung jawab membuat keputusan-keputusan penting untuk mengubah sumber menjadi hasil yang dapat dijual. Ada dua macam keputusan yang diperlukan untuk menjadi topik pada pembahasan selanjutnya. Keputusannya adalah :
1.      Keputusan yang berhubungan dengan disain dari sistem produksi manufaktur.
2.      Keputusan yang berhubungan dengan operasi dan pengendalian sistem tersebut baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek.
c.       Sistem Produksi Manufaktur
Ada beberapa keputusan untuk jangka panjang yang menentukan disain sistem produksi adalah tentang :
1.      Disain produksi dari barang yang diproses
2.      Pemilihan atau penentuan peralatan dan prosesnya
3.      Disain tugas
4.      Lokasi dari fasilitas produksi
5.      Layout dari fasilitas tersebut
Keputusan yang komplek sangat berkaitan dengan proses pengolahan yang digolongkan menurut 3 macam cara :
1.      Sifat proses produksi
Menurut sifatnya, proses produksi dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu :
a.       Proses ekstraktif
b.      Proses analitik
c.       Proses fabrikasi
d.      Proses sintetik
2.      Jangka waktu produksi
Proses produksi dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu :
a.       Proses terus-menerus (continuous process)
b.      Proses terputus-putus (intermittent process)
3.      Sifat produk
Proses produksi dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
a.       Produksi standard
b.      Produksi pesanan
2.      KEGIATAN PRODUKSI
a.      Gambaran Sekilas
Masalah-masalah yang harus dihadapi oleh manajer produksi adalah sebagai berikut :
1.      Perencanaan produksi
2.      Organisasi produksi
3.      Pengendalian produksi
4.      Pemeliharaan peralatan
5.      Pengawasan dan pemeriksaan kualitas
b.      Perencanaan Produksi
Fungsi produksi adalah menciptakan barang dan atau jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada waktu harga dan jumlah yang tepat. Adapun masalah-masalah pokok pada perencanaan produksi adalah :
1.      Jenis barang yang akan dibuat
2.      Jumlah barang yang akan dibuat
3.      Cara pembuatan (penggunaan peralatan yang dipakai)
Adapun perencanaan jenis barang yang akan dibuat terdiri atas 4 tahap, yaitu sebagai berikut :
1.      Tahap pertama, penentuan disain awal yang berupa disain spesifikasi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi.
2.      Tahap kedua, penentuan disain barang yang tepat.
3.      Tahap ketiga, penentuan cara pembuatan yang berupa penentuan urutan proses produksi, tempat kerja dan peralatan yang dipakai.
4.      Tahap keempat, pembuatan merupakan usaha memodifikasi tahap ketiga yang disesuaikan dengan layout, tuntutan kualitas dan mesin/peralatan yang tersedia.
c.       Organisasi Produksi
Besarnya organisasi produksi yang diperlukan dalam kegiatan tergantung pada besarnya perusahaan yang kompleksnya proses pengolahan yang diinginkan.
d.      Pengendalian Produksi
Pengendalian produksi (production control) merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan mengkoordinir semua elemen proses produktif ke dalam satu aliran di mana aliran tersebut akan memberikan hasil dengan gangguan minimum ongkos terendah dan kemungkinan waktu tercepat.
Ada dua macam pengendalian produksi, yaitu order control dan flow control. Adapun tahap-tahap atau fungsi-fungsi dalam pengendalian produksi dibagi menjadi 4, yaitu :
1.      Perencanaan
2.      Routing
3.      Scheduling
4.      dispatching
e.      Pemeliharaan Peralatan
Kerugian yang diderita oleh perusahaan karena kelalaian mengadakan pemeliharaan peralatan disebabkan antara lain :
1.      Kerusakan peralatan yang sudah cukup parah sehingga menyebabkan biaya perbaikan menjadi mahal.
2.      Kerugian karena berhentinya sebagaian atau keseluruhan kegiatan produksi.
3.      Kerugian karena keterlambatan pengiriman barang kepada konsumen sehingga menyebabkan turunnya pendapatan perusahaan.
4.      Perusahaan terpaksa harus membayar claim karena penyerahan yang tidak tepat.
5.      Menimbulkan keengganan para pelanggan untuk kembali memesan ke perusahaan karena dianggap tidak menepati janji.
Ada 3 hal yang menyebabkan biaya pemeliharaan dari tahun ke tahun selalu cenderung naik, yaitu :
1.      Selalu terdapat kenaikan yan ajeg pada kecepatan pengoperasian peralatan, ketepatan toleransi dan spesifikasi produk yang dibuat.
2.      Adanya kecendrungan untuk memasang alat control otomatis dan alat-alat pembantu lainnya, sebagai akibat dari perkembangan tehnologi.
3.      Peralatan baru biasanya lebih mahal karena adanya pengaruh perubahan harga dan perkembangan peralatan itu sendiri, dan agar supaya kenaikan biaya tidak merubah unit cost terlalu menyolok, maka mesin baru diusahakan untuk dapat bekerja lebih lama, lebih produktif atau justru keduanya.
ORGANISASI PEMELIHARAAN PERALATAN
Terdapat dua sistem untuk mengorganisasi pemeliharaan ini, yaitu sebagai berikut :
1.      Di desentralisir menurut pusat biaya atau departemen
Keuntungan desentralisasi antara lain :
a.       Tenaga mekanik akan mengerti betul penggunaan dan karakteristik alat-alat yang harus mereka pakai.
b.      Mempermudah pimpinan mengarahkan orang-orang untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang harus cepat selesai.
c.       Kontrol pemeliharaan dapat lebih ditingkatkan, sehingga perbaikan-perbaikan besar dapat lebih diperkecil.
Kekurangan desentralisasi antara lain :
a.       Fleksibilitas sangat rendah
b.      Terdapatnya duplikasi tenaga kerja
2.      Sentralisasi
Keuntungan sentralisasi antara lain :
a.       Tidak terdapat duplikasi alat-alat dan tenaga kerja dan persediaan suku cadang.
b.      Fleksibilitas yang tinggi
Kekurangan sentralisasi antara lain :
a.       Memerlukan tenaga kerja yang dapat menangani berbagai bidang atau memerlukan tenaga spesifikasi cukup banyak.
b.      Memerlukan perencanaan, pengaturan jadwal waktu dan pembagian tugas yang efektif agar pemeliharaan dapat dilaksanakan dengan efisien.
c.       Sulit untuk menetapkan pembagian tugas dengan baik pada pekerjaan-pekarjaaan yang harus didahulukan dan diselesaikan dengan segera.
d.      Beban pekerjaan bagian pemeliharaan semakin berat.
Program pemeliharaan peralatan meliputi :
a.       Penyusuna perencanaan yang meliputi penentuan tugas-tugas yang dilakukan, prioritasnya dan tenaganya.
b.      Mengatur jadwal waktu dan beban pekerjaan sesuai dengan skala prioritasnya.
c.       Mengatur pengguanaan suku cadang dengan memakai kartu kendali untuk mempermudah administrasi gudang.
d.      Mengatur program latihan dengan metode-metode yang mungkin dilaksanakan, dengan maksud meningkatkan keterampilan kerja mereka.
f.        Pengawasan Kualitas dan Inspeksi
Terdapat empat tahap dalam pengawasan kualitas yaitu , antara lain sebagai berikut :
1.      Penentuan kebijakan tentang penetapan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar (konsumen).
2.      Tahap penentuan disain tehnis untuk mencapai target tuntutan pasar.
3.      Tahap pembuatan, beberapa pengawasan kualitas bahan yang dipakai dan operasi produksi, sebagai perwujudan pelaksanaan tahap 1 dan 2.
4.      Tahap penggunaan di lapangan, dimana pemasangan akan berpengaruh kepada kualitas akhir dan pengefektifan jaminan kualitas serta daya kerja barang.
BAGAN-BAGAN PENGAWASAN (CONTROL CHART)
Pada dasarnya, penyimpangan yang sering terjadi dalam proses industry, dibagi dalam 2 kategori :
a.       Penyimpangan-penyimpangan yang tidak dapat ditentukan
b.      Penyimpangan-penyimpangan yang dapat ditentukan
Penyebab terjadinya penyimpangan yaitu :
1.      Perbedaan antara pekerja
2.      Perbedaan antara mesin-mesin
3.      Perbedaan antara bahan baku
4.      Perbedaan karena interaksi antara dua atau ketiga factor yang disebutkan diatas.
3.      LOKASI DAN LAYOUT PABRIK
a.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Lokasi Pabrik
Ada beberapa factor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan tempat untuk pabrik baru, yaitu :
1.      Dekat dengan pasar, misalnya pabrik roti basah
2.      Dekat dengan bahan baku, misalnya pabrik semen
3.      Ongkos transport, misalnya pabrik mobil
4.      Penyediaan tenaga kerja, misalnya pabrik rokok
5.      Penyediaan sumber tenaga/energy, misalnya pabrik peleburan aluminium
6.      Lingkaran sekitar, misalnya peternakan babi
7.      Iklim, misalnya perkebunan teh.
b.      Cara Penentuan Lokasi Pabrik
Pada dasarnya terdapat dua macam cara menentukan lokasi pabrik yaitu antara lain :
1.      Cara kualitatif
Merupakan cara yang paling sederhana yaitu cukup mengadakan penilaian kualitatif terhadap factor-faktor yang dianggap memegang peranan pada setiap alternatif lokasi.
2.      Cara kuantitatif
Terdapat dua macam cara kuantitatif yaitu :
a.       Cara yang sederhana
Merupakan usaha mengkuatifikasi hasil analisis kualitatif yang telah dilakukan, dengan cara memberikan SCORE (nilai) pada masing-masing kriteria.
b.      Cara yang komplek
Menggunakan rumus-rumus matematika dan menggunakan model tertentu, yang banyak digunakan dalam OPERATION RESEARCH.
c.       Layout Fasilitas Produksi
Layout fasilitas produksi adalah pengaturan dan penempatan alat-alat, tenaga kerja, dan kegiatan-kegiatan di dalam produksi. Tujuan pokok dari layout pabrik adalah :
1.      Untuk meminimumkan biaya pengangkutan dan penanganan.
2.      Untuk mempercepat dan melancarkan arus bahan-bahan.
3.      Untuk mendapatkan penggunaan ruang yang efisien baik bagi karyawan maupun untuk penyimpanan.
4.      Untuk melakukan pekerjaan yang efisien.
5.      Untuk memudahkan pengawasan pekerjaan bagi mandor.
Layout dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1.      Proses layout
Merupakan penyusunan fasilitas produksi dimana mesin-mesin yang mempunyai fungsi sama ditempatkan pada tempat yang tertentu.
2.      Product layout
Merupakan pengaturan mesin-mesin dalam pabrik sesuai dengan arus proses produksinya. Syarat-syarat penggunaan product layout yaitu :
a.       Volume produksi cukup sesuai dengan kapasitas penggunaan mesin dan peralatan yang dipasang.
b.      Permintaan akan barang yang dihasilkan cukup stabil.
c.       Barang yang dihasilkan terstandardisir.
d.      Komponen-komponen dapat saling ditukarkan.
e.       Penyediaan material yang ajeg.