Rabu, 19 Juni 2013

TULISAN 2 ARTIKEL

www.gunadarma.ac.id



Nama     : Indah Dwi Lestari
NPM       : 23210491
Kelas      : 3 EB 18
 




How to Solve Eating Difficulty in Children?

Eating difficulty is an issue that is so fundamental and often case to children. Sometimes, when a child is so difficult to chew food invited to make us frustrated. Since then, usually we will try a variety of ways like providing herbal appetite enhancers and hunting child's favorite foods every day. The matters the child eating disorder also intrigued our interest to make an article about tips to overcome the difficult child to eat. Here are the details.
Serve meals with small portions

Maybe the kid does not like the size of your portions that so reluctant to eat the food there. Many children are ilfeel after seeing a sizable portion. So, try to give a little so that they can eat faster and do not get bored in spend food.

Get together with family

Do not let children eat alone and we need to create an atmosphere of togetherness when the child was time to eat. For example, you and your husband are on the table then eat foods together. With the atmosphere of togetherness, then the child's appetite will occur slowly.

Provide healthy snacks

One of the things that concern by parents is the development of the child if he did not want to eat. Of course, when children are fussy eaters then its growth will be stunted and not as friends. One of the best ways to keep it is to try to give nutritional healthy snack. Give interesting snacks such as nuts, dried fruits, and nutritious bread.

Variety of food and a nice appearance

Perhaps, he needs a variety of foods that your appetite he has incurred. For example, you could give spinach on the first day, broccoli on the second day, and chicken-based dishes in the next day. Variety of foods is a very important thing to prevent children from boredom and the desire not to eat.

However, there is one more thing that could trigger a child's appetite, which is an interesting food dish. For example, you can cook carrots to form a star or a unique object. Children will be attracted by the shape and believed to increase appetite. Hopefully, some difficulty eating kids tips above can help you.



RESPONSE:
ACCORDING TO MY OPINION THIS ARTICLE IN PLACE TO READ AND TRY TO YOUR CHILD TO CHILD APPETITE AND GROW YOUR CHILD TO BE HEALTHY AND SMART.

tulisan 1 "cerpen"

Nama: Indah Dwi Lestari NPM: 23210491 Kelas: 3 EB 18 The Crying Stone In a small village, a girl lives with her mother. The girl is very beautiful. Everyday she puts make-up and wears her best clothes. She doesn’t like to help her mother work in a field. The girl is very lazy. One day, the mother asks the girl to accompany her to go to the market to buy some food. At first the girl refuses, but the mother persuades her by saying they are going to buy new clothes. The girl finally agrees. But she asks her mother to walk behind her. She doesn’t want to walk side by side with her mother. Although her mother is very sad, she agrees to walk behind her daughter. On the way to the market, everybody admires the girl’s beauty. They are also curious. Behind the beautiful girl, there is an old woman with a simple dress. The girl and her mother look very different! “Hello, pretty lady. Who is the woman behind you?” asks them. “She is my servant,” answers the girl. The mother is very sad, but she doesn’t say anything. The girl and the mother meet other people. Again they ask who the woman behind the beautiful girl. Again the girl answers that her mother is her servant. She always says that her mother is her servant every time they meet people. At last, the mother cannot hold the pain anymore. She prays to God to punish her daughter. God answers her prayer. Slowly, the girl’s leg turns into stone. The process continues to the upper part of the girl’s body. The girl is very panicky. “Mother, please forgive me!” she cries and ask her mother to forgive her. But it’s too late. Her whole body finally becomes a big stone. Until now people still can see tears falling down the stone. People then call it the crying stone or batu menangis. Sumber: http://sisatruk.blogspot.com/2012/03/contoh-cerpen-bahasa-inggris-dan-artinya.html Response: that girls should not make her disappointed with his words and the girl should be filial to his mother because the mother who has given birth to and raised for this.

Senin, 25 Maret 2013

TUGAS TOEFL 1

SOAL 1 4. If she borrows your coat, then you should be able to borrow her. A B C D Answer : B Reason : If she borrows your coat, then you will be able to borrow her. Because the sentences is future perfect tense and will use to next activity SOAL 2 9. The Egyptians first discovered that dying fruits preserved it, made it sweeter and A B C improve its flavor. D Answer : A Reason : The Egyptians had discovered that dying fruits preserved it, made it sweeter and improve its flavor. SOAL 3 1. Daniel said that if he had to do homework tonight, he wouldn’t have been A B C able to attend the concert. D Answer : C Reason : Daniel said that if he had to do homework tonight, he didn't able to attend the concert. Because the sentences is past perfect tense

Sabtu, 03 November 2012

Salah Nalar

Salah nalar merupakan Gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat. Dalam proses berpikir sering sekali kita keliru menafsirkan atau menarik kesimpulan, kekeliruan ini dapat terjadi karena faktor emosional, kecerobohan, atau ketidaktahuan. Contoh salah nalar : Emilia, seorang alumni STIE Serelo Lahat, dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Oleh sebab itu, Halimah seorang alumni STIE Serelo Lahat, tentu dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Macam-macam Salah Nalar Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang tepat pada sasarannya, oleh karena itu dalam berkomunikasi perlu kita perhatikan kalimat dalam berbahasa Indonesia secara cermat. Sehingga salah nalar dapat terminimalisasikan. Ada beberapa macam salah nalar, yakni sebagai berikut : a. Deduksi yang salah Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan. Contoh dari Deduksi yang salah : - Kalau listrik masuk desa, rakyat di daerah itu menjadi cerdas. b. Generalisasi Terlalu Luas Salah nalar jenis ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi tersebut sehingga kesimpulan yang diambil menjadi salah. Contoh Generalisasi Terlalu Luas : - Setiap orang yang telah mengikuti Penataran P4 akan menjadi manusia Pancasilais sejati. - Anak-anak tidak boleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah. c. Pemilihan Terbatas pada Dua Alternatif Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan jawaban yang ada. Contoh Pemilihan Terbatas pada Dua Alternatif : - Orang itu membakar rumahnya agar kejahatan yang dilakukan tidak diketahui orang lain. - Petani harus bersekolah supaya terampil. d. Penyebab yang Salah Nalar Salah nalar ini disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran maksud. Contoh Penyebab yang Salah Nalar : - Hendra mendapat kenaikan jabatan setelah ia memperhatikan dan mengurusi makam leluhurnya. - Anak wanita dilarang duduk di depan pintu agar tidak susah jodohnya. e. Analogi yang Salah Salah nalar ini dapat terjadi bila orang menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan salah satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain. Contoh Analogi yang Salah - Anto walaupun lulusan Akademi Amanah tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik. - Pada hari senin Patriana kuliah mengendarai sepeda motor. Pada hari selasa Patriana kuliah juga mengendarai sepeda motor. Pada hari rabu patriana kuliah pasti mengendarai sepeda motor. - Rektor harus memimpin universitas seperti jenderal memimpin divisi. f. Argumentasi Bidik Orang Salah nalar jenis ini disebabkan oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya. Contoh Argumentasi Bidik Orang : - Kusdi kesulitan membuat tugas makalah bahasa Indonesia karena tidak mempunyai materi bahasa Indonesia. - Deliana tidak bias menikah lagi karena ia sudah janda. g. Meniru-niru yang Sudah Ada Salah nalar jenis ini berhubungan dengan anggapan bahwa sesuatu itu dapat kita lakukan kalau orang lain melakukan hal itu. Contoh Meniru-niru yang Sudah Ada : - Kita bisa melakukan korupsi karena pejabat pemerintah melakukannya. - Saat Ujian Akhir Semester mata kuliah Bahasa Indonesia Slamet mencotek, karena pada mata kuliah Statistik Fitriawati juga mencontek. h. Penyamarataan Para Ahli Salah nalar ini disebabkan oleh anggapan orang tentang berbagai ilmu dengan pandangan yang sama. Hal ini akan mengakibatkan kekeliruan mengambil kesimpulan. Contoh Penyamarataan Para Ahli : - Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia adalah Diska, Sarjanah Ekonomi. - Sarifah pandai membuat kue, ia adalah lulusan SMEA. Salah Nalar dalam Komunikasi Salah satu penyampaian komunikasi adalah berita, baik itu dari media elektronik, ataupun dari media massa. Penyampaian berita yang dsampaikan sering sekali terjadi kesalahan dalam berpikir, sehingga dapat mengakibatkan kesalahan dalam penalaran/nalar bagi penerima berita. Kekurangcermatan seseorang atau jurnalis dalam melihat hubungan logis antara satu fakta dengan fakta lain dalam konteks hubungan sebab-akibat, dan kekurangcermatan itu kemudian dituangkan dalam teks berita, bisa menyesatkan “logika” pembaca atau pemirsa. Ketika pembaca atau pemirsa menganggap teks yang dihasilkan jurnalis itu sebagai sebuah kebenaran, maka kesesatan logika pun jadi dianggap benar. Fakta berupa pernyataan yang mengandung salah nalar atau sesat logika memang bisa saja berasal dari narasumber. Bisa saja narasumber sengaja untuk kepentingan tertentu, atau tak sengaja karena sebab tertentu. Namun, bukan berarti jurnalis bisa begitu saja meloloskannya menjadi fakta dalam teks berita. Bahkan, pada tahap awal, jurnalis seharusnya langsung mempersoalkan pernyataan yang salah nalar itu kepada narasumber. Sebagai contoh pernyataan salah nalar muncul di dua media cetak, Kedaulatan Rakyat (24/3/09, hal 24) dan Koran Tempo (25/3/09, hal B3) : - Pada Kedaulatan Rakyat, salah nalar muncul di alinea ke-5 berita berjudul Golput Rugikan Proses Demokrasi. Berita ini memuat pernyataan dua pimpinan partai politik tentang golput pada saat keduanya kampanye, yaitu Yusril Ihza Mahendra (Ketua Majelis Syuro Partai Kebangkitan Bangsa) dan MS Kaban (Ketua Umum Partai Bulan Bintang). Alinea ke-5 berita tersebut, yang hanya terdiri atas tiga kalimat (dua kalimat tak langsung dan satu kalimat langsung berupa kutipan), memuat pernyataan MS Kaban tentang golput. Alinea selanjutnya berisi topik lain yaitu tentang panwaslu. Alinea ke-5 ditulis demikian: Hal senada diungkapkan Ketua Umum PBB, MS Kaban. Menurut Kaban, golput merupakan tindakan orang yang tidak bertanggungjawab. “Sebab kita saat ini sedang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya. - Pada Koran Tempo salah nalar muncul pada berita tentang kelangkaan pupuk. Persoalan salah nalar mulai di judul hingga di tubuh berita. Judul berita suratkabar ini demikian: Pupuk Langka karena Petani Belum Ikut Kelompok Tani. Pada lead (memimpin), salah nalar di judul dipertegas. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah Aris Budiono menyatakan kelangkaan atau kesulitan petani dalam memperoleh pupuk pada musim tanam kedua tahun ini disebabkan masih banyak petani yang belum masuk kelompok tani.

silogisme kategorial

Silogisme Kategorial Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Silogisme terdiri dari; Silogisme Katagorik, Silogisme Hipotetik dan Silogisme Disyungtif. Silogisme Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh : Semua tumbuhan membutuhkan air (premis mayor). Akasia adalah tumbuhan (premis minor). Akasia membutuhkan air (Konklusi) Hukum-hukum Silogisme Katagorik. Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga. Contoh; Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor). Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor). Maka; Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi). Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga. Contoh; Semua korusi tidak disenangi (mayor). Sebagian pejabat korusi (minor). Maka; Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi). Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan. Contoh; Beberapa politikus tidak jujur (premis 1). Bambang adalah politikus (premis 2). Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi). Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpul dapat diambil jika salah satu premisnya positif. Contoh; kerbau bukan bunga mawar (premis 1). Kucing bukan bunga mawar (premis 2). Kesimpulannya? Tidak ada. Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Contoh; semua ikan berdarah dingin. Binatang ini berdarah dingin. Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata. Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah. Contoh; kerbau adalah binatang (premis 1). Kambing bukan kerbau (premis 2). Maka; kambing bukan binatang ? Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.contoh; Bulan itu bersinar di langit (mayor). Januari adalah bulan (minor). Maka; januari bersinar dilangit? Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya. Contoh; kucing adalah binatang (premis1). Domba adalah binatang (premis 2). Beringin adalah tumbuahan (premis3). Sawo adalah tumbuhan (premis4). Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor. Semua mamalia binatang yang melahirkan dan menyusui anaknya. Kerbau termasuk mamalia. Jadi, kerbau : binatang yang melahirkan dan menyusui anaknya. Yang perlu dicermati adalah, bahwa pola penalaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita tidak demikian nampak, entah di realita pembicaraan sehari-hari, lewat surat kabar, majalah, radio, televisi, dan lain-lain. Oleh sebab itu, dalam menyimak atau mendengarkan atau menerima pendapat seseorang, kita perlu berpikir kritis melihat dasar-dasar pemikiran yang digunakan sehingga kita dapat menilai seberapa tingkat kualitas kesahihan pendapat itu. Dalam hal seperti ini kita perlu mnenentukan: 1) kesimpulan apa yang disampaikan; 2) mencari dasar-dasar atau alasan yang dikemukakan sebagai premis-premisnya; dan 3) menyusun ulang silogisme yang digunakannya; kemudian melihat kesahihannya berdasarkan ketentuan hukum silogisme. Berdasarkan hal tersebut tentu saja kita akan mampu melihat setiap argumen, pendapat, alasan, atau gagasan yang kita baca atau dengar. Dengan demikian, secara kritis kita mengembangkan sikap berpikir ke arah yang cerdik, pintar, arif, dan tidak menerima begitu saja kebenaran / opini yang dikemukakan pihak lain. Berdasarkan hal inilah akhirnya kita mampu menerima, meluruskan, menyanggah, atau menolak suatu pendapat yang kita terima.

Laporan Ilmiah

Laporan ilmiah Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu. Contoh laporan ilmiah tentang lumut BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Lumut merupakan tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut (sphagnum sp.). Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekata dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), olehkaren aitu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita).Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof. Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifil. Lumut merupakan tumbuhan kecil, lembut. Mereka tidak mempunyai bunga atau biji, dan daun-daun yang sederhananya menutupi batang liat yang tipis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya.Klasifikasi tradisional menggabungkan pula lumut hati ke dalam Bryophyta. 1.2 RUMUSAN MASALAH Penulis membatasi laporan ini seputar : ü Tumbuhan Lumut ü Perkembangan dan pertumbuhan lumut ü Pengaruh pemberian cahaya pada tumbuhan lumut 1.3 TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan laporan ini : ü Untuk membuktikan perbedaan kecepatan pertumbuhan tumbuhan lumut ü Untuk menambah wawasan pengetahuan tentang makhluk hidup. ü Untuk mengetahui dan lebih mengenal tentang tumbuhan lumut. 1.4 MANFAAT PENELITIAN Manfaat dari penulisan laporan ini adalah : ü Dapat menentukan habitat tumbuhan lumut ü Dapat mendeskripsikan proses pertumbuhan tanaman lumut. ü Dapat menganalisis masalah yang terjadi pada proses pertumbuhan. ü Dapat memahami keanekaragaman hayati. ü Dapat mengembangkan potensi usaha dari kerajinan tumbuhan lumut. 1.5 METODE PENULISAN Dalam pembuatan laporan ini dilakukan dengan cara : ü Metode observasi. ü Membaca beberapa buku di perpustakaan sekolah. ü Mengumpulkan data dari internet. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 KAJIAN TEORI Berdasarkan teori yang ada, beberapa jenis lumut memiliki ruang lingkup kehidupan yang luas, namun beberapa hanya berada pada habitat khusus. Secara umum lumut tidak dapat tumbuh pada habitat kering, kebanyakan hidup pada tempat yang kelembabannya tinggi, dan teduh. Jika dikaji secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa kebanyakan lumut memiliki range ekologi yang agak sempit dan terbatas sehingga tumbuhan lumut mempunyai nilai penting yang cukup besar sebagai indikator habitat tertentu. Faktor biotik yang mempengaruhi kehidupan tumbuhan lumut adalah menyangkut masalah kompetisi diantara tumbuhan lumut itu sendiri, baik untuk mendapatkan makanan maupun untuk tempat hidupnya. Sedangkan faktor abiotiknya meliputi : ü Faktor cahaya, Umumnya tumbuhan normal membutuhkan 500 – 1300 lux intensitas cahaya. ( yang akan menjadi bahan percobaan dengan menggunakan sinar matahari ) ü Faktor temperatur ü Faktor Air Intensitas penghisapan air tergantung pada kandungan air tiap – tiap tumbuhan. Adaptasi tumbuhan lumut dalam pengambilan air : • Endohydric species, air yang diambil berasal dari substrat dan kemudian dihantarkan secara internal ke organ daun atau permukaan evaporasi lainnya (sifat permukaan dari tumbuhan adalah water rapellent/penolak). Umumnya hidup pada substrat yang kaya nutrien, tempat basah, dan poreus (berpori). Contoh : Polytricaceae, Mniaceae,Marchantiaceae, dsb. • Ektohydric species, Air mudah diabsorbsi dan hilang melalui segala permukaan tubuh. Sifat karakteristiknya adalah semua bagian tubuhnya dapat menghisap dan menyimpan air dari udara. Contoh : Grimiaceae, Orthitricaceae, lumut hati berdaun, dsb. ü Faktor angin ü Faktor edafik, meliputi tanah, humus, dan batuan. Karena lumut hidup umumnya di atas batuan dan tanah yang berhumus, jadi lumut dikatakan bersifat saprofit. 2.2 RUMUSAN HIPOTESIS Keberadaan tumbuhan lumut disuatu tempat selalu dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Faktor lingkungan tersebut meliputi faktor biotik dan abiotik. Tumbuhan lumut jarang ditemukan yang bersifat individu, melainkan hidup berkelompok dan mempunyai bentuk – bentuk kehidupan khusus. Tumbuhan lumut biasanya tumbuh ditempat yang lembab dan berair meskipun begitu lumut juga masih membutuhkan suplai sinar matahari yang cukup, akan tetapi tumbuhan lumut kurang bisa hidup didaerah yang panas dan gersang ditambah lagi mendapat sinar matahari secara langsung, hal ini menyebabkan tumbuhan lumut banyak dijumpai di pinggiran sungai, selokan, maupun pada saluran pembuangan. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 RANCANGAN PENELITIAN Rancangan penelitian adalah suatu hal yang penting dalam suatu penelitian ilmiah, maka penulis menyusunnya sebagai berikut : • Identifikasi variabel, yakni faktor-faktor yang berpengaruh dalam suatu penelitian. Ada beberapa variabel dalam suatu penelitian. Untuk mengetahui pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya. Pengamatan dilakukan terhadap variabel tersebut, dan mengukur variabel yang di pengaruhinya. Sementara itu, variabel yang lain dibuat tetap (terkontrol) untuk mengisolir fenomena yang dapat berpengaruh terhadap pengamatan tersebut. Ada pun variabelnya sebagai berikut : o Variabel bebas, yaitu sinar cahaya matahari o Variabel tak bebas, yaitu morfologi tumbuhan lumut (pengukuran terhadap luas dari tumbuhan lumut pada media objek) o Variabel terkontrol, yaitu luas kayu, ember, serta volum air o Memilih peralatan yang sesuai dengan penelitian. o Melakukan pengamatan akurat, dalam hal ini adalah melakukan pengamatan terhadap semua objek dalam penelitian pada saat melakukan penelitian terutama pada alat dan bahan agar tujuan dari penelitian dapat dicapai. Pengamatan juga bertujuan untuk mencatat semua hal dan peristiwa yang terjadi pada objek penelitian. Pengamatan dilakukan secara teliti dan akurat dalam setiap fase penelitiannya. o Mengumpulkan data dan hasil penelitian, dalam hal ini pencatatan data harus jelas guna kelancaran penelitian. Pengumpulan data ini bertujuan untuk mengamati setiap perubahan yang terjadi. o Mengolah dan menganalisis data, pengolahan dan penyajian data penting agar dapat menganalisis data dengan benar. Adapun hal yang harus dianalisis sebagai berikut :  Apakah setiap data menghasilkan kurva yang mulus  Apakah ada data diluar kurva  Apakah data tersebut dapat diabaikan atau ada suatu alasan tertentu mengapa hal ini terjadi.  Ø Kesimpulan, yakni mengenai perumusan mengenai apa yang diperoleh dari suatu penelitian kualitatif.  Ø Membuat laporan kegiatan penelitian, yakni hasil penelitian dikomunikasikan secara tertulis dalam bentuk laporan kegiatan penelitian. n BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 DESKRIPSI DATA Penelitian ini berlangsung selama 21 hari, dimulai dari tanggal 7 Agustus 2011 hingga tanggal 28 Agustus 2011. Dalam kurun waktu tersebut telah terjadi berbagai proses pertumbuhan yang berkaitan dengan penelitian ini dan kami pun berhasil mengumpulkan data tersebut dan mengolahnya menjadi suatu laporan ilmiah. 4.2 PEMBAHASAN Menganalisis data yang di peroleh dari penelitian • Secara kualitatif, tempat yang lembab dan mendapat sinar matahari yang cukup menyebabkan pertumbuhan lumut semakin cepat, sedangkan pada tempat yang panas dan kering pertumbuhan lumut cenderung sedikit lambat, hal ini disebabkan karena lumut termaksuk kedalam tumbuhan epifit yang kurang cocok hidup didaerah yang tandus. • Secara kuantitatif, Lumut adalah sekelompok vegetasi kecil yang tumbuh pada tempat lembab atau perairan dan biasanya tumbuh meluas menutupi permukaan,.setiap tempat yang bersuhu kurang 30 derajat dan lembab pasti mudah untuk di tumbuhi lumut. Menjelaskan hasil dengan teori yang ada • Teori menunjukkan, bahwa tumbuhnya lumut banyak di temukan di tempat-tempat lembab atau basah karena sangat menunjang pertumbuhannya. Akan tetapi lumut tidak dapat beradaptasi dengan baik di daerah kering dan panas. Tumbuhan lumut mempunyai jenis + 25.000 species yang tesebar di seluruh permukaan bumi mulai dari daerah tropic sampai kedaerah kutub utara. Pada umumnya struktur tubuh tumbuhan lumut mempunya ciri –ciri sebagai berikut : 1. Bentuk tubuhnya pipih 2. Bersel banyak 3. mempunyai dinding sel yang tersusun dari selulosa 4. Melekat pada substartnya 5. Bersifat Aututrof 6. Bentuk akar seperti benang-benang 7. Daunya terdiri atas selapis sel yang mengandung klorofals berbentuk jala BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN Dari hasil penelitian di atas kita dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : Lumut ditemukan terutama di area sedikit cahaya / ringan dan lembab. Lumut umum di area berpohon-pohon dan di tepi arus. Lumut juga ditemukan di batu, jalan di kota besar. Beberapa bentuk mempunyai menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi ditemukannya. Beberapa jenis dengan air, seperti Fontinalis antipyretica, dan Sphagnum tinggal / menghuni rawa. Tumbuhan lumut memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutan. Tumbuhan ini juga dikenal sebagai tumbuhan perintis, mampu hidup di lingkungan yang kurang disukai tumbuhan pada umumnya. Perkembangan lumut secara singkat berlangsung sebagai berikut : spora yang kecil dan haploid, berkecambah menjadi suatu protalium yang pada lumut dinamakan protonema. Protonema pada lumut ada yang menjadi besar, adapula yang tetap kecil. Pada protoneme ini terdapat kuncup-kuncup yang tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumutnya. Jadi secara garis besar hasil penelitian sesuai dengan teori-teori yang sudah ada sebelumnya yang dikemukakan oleh para ahli. 5.2 SARAN Karena keterbatasan informasi dan pengetahuan tentang proses pertumbuhan lumut ditambah lagi dengan kurangnya pemahaman tentang pembuatan laporan ilmiah, mengakibatkan terdapat sedikit kesulitan dalam pembuatan laporan ilmiah ini. Tetapi karena keterbatasan itulah saya termotivasi untuk menjadi lebih baik. Maka dari itu saya berharap agar dapat lebih memahami tentang pembuatan laporan ilmiah dan juga diharapkan agar lebih sering diadakan pelatihan pembuatan laporan ilmiah, begitupun waktu yang dibutuhkan agar lebih di perpanjang lagi sehingga dapat dihasilkan laporan ilmiah yang lebih baik lagi.

Tulisan Ilmiah

Tulisan Ilmiah Penulisan ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah. Penulisan ilmiah juga merupakan uraian atau laporan tentang kegiatan, temuan atau informasi yang berasal dari data primer dan / atau sekunder, serta disajikan untuk tujuan dan sasaran tertentu. Contoh Tulisan Ilmiah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kemajuan Teknologi sekarang ini telah berkembang dengan pesat dan sudah banyak memberikan kegunaan bagi semua lapisan masyarakat, seperti komputer yang banyak digunakan untuk mempermudah dalam kehidupan sehari hari seperti memudahkan dalam pekerjaan dalam kantor, bisnis, transaksi berdagang ataupun transaksi jarak jauh sesuai dengan berkembangnya fasilitas internet. Dalam aktifitas bisnis, penjualan merupakan pendapatan pokok untuk mendapatkan keuntungan bagi suatu usaha. Maka dari itu penjualan menjadi masalah utama yang harus dipikirkan untuk ditingkatkan setiap saat, salah satu-nya dengan cara meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari kegiatan tersebut. Sehingga penjualan akan semakin baik dan profit perusahaan juga akan meningkat. Namun sering sekali penjualan harus direpotkan dengan masalah dokumentasi yang dibutuhkan. Umumnya Pembeli membutuhkan dokumen seperti Surat Jalan dan Faktur, sedangkan pihak ketiga seperti lembaga pemerintahan (Departemen Pajak) membutuhkan dokumen seperti Faktur Pajak sebagai dokumen yang sah diakui untuk setiap transaksi yang terjadi dalam suatu usaha. Selain itu informasi tentang penjualan juga menjadi kebutuhan pokok untuk mengambil berbagai keputusan strategi suatu usaha. Karena dengan didukung informasi yang tepat maka pimpinan manajemen dapat mengambil keputusan yang tepat mengenai langkah yang diambil untuk meningkatkan kehidupan suatu usaha. Bertitik tolak dari permasalahan di atas penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang permasalahan yang terjadi dan ahirnya ide ini dituangkan dalam bentuk Penulisan Ilmiah dengan judul “PEMBUATAN APLIKASI WEB ‘ADMINISTRASI PENJUALAN’ DENGAN MENGGUNAKAN JAVA (ZK, SPRING, HIBERNATE)”. 1.2. Batasan Masalah Melihat luas serta kompleksnya permasalahan penjualan maka pada penulisan ilmiah ini Penulis akan membatasi masalah pada pembuatan aplikasi web administrasi penjualan serta penyampaian hasil informasi kepada pimpinan perusahaan. 1.3. Tujuan Adapun tujuan penulisan ini adalah : • Mempermudah bagian administrasi dalam menyiapkan dokumen yang dibutuhkan oleh pembeli dan pihak ketiga (Perpajakan). • Menghasilkan informasi penjualan yang mendukung untuk mengambil keputusan strategis suatu usaha. • Menyimpan data penjualan, sehingga dapat di gunakan kembali untuk keperluan masa yang akan datang. 1.4. Metode Penelitian • Perangkat yang Dibutuhkan Dalam penelitian ini terdapat berbagai perangkat yang digunakan untuk mengembangkan dan menguji coba aplikasi. Perangkat-perangkat yang digunakan adalah sebagai berikut : • Komputer Server • Komputer Client • Switch • Kabel jaringan / Wifi untuk membangun LAN • Prosedur Pembuatan Aplikasi Pembuatan aplikasi dilakukan dalam beberapa tahap : • Pembuatan rancangan aplikasi mencakup rancangan tampilan. • Pembuatan rancangan database. • Pembuatan logika pemrograman. Logika program dibuat menggunakan bentuk diagram alur. • Pembuatan naskah program. Naskah program dibuat menggunakan bahasa pemrograman. • Uji Coba Aplikasi Aplikasi ini telah di uji coba dengan compiler dan debugger sebelum di jalankan. Setelah itu aplikasi ini dijalankan sebanyak lebih dari 30 kali, dan telah diperhatikan dan di uji coba dari proses masukan (tambah, tampil, ubah, batal) data dan hasil output yang didapat berupa laporan dalam bentuk tampilan web. 1.5. Sistematika Tulisan Ilmiah Untuk memudahkan mendapatkan gambaran tentang isi tulisan ini ,maka penyusunannya dibagi dalam beberapa bab dan sub bab sebagai berikut : Bab 1. PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang masalah, pembatasan masalah, tujuan, metode penulisan, sistematika penulisan. Bab 2.TINJAUAN PUSTAKA Penguraian teori–teori yang berhubungan dengan bahasa pemrograman java dan sistem transaksi penjualan. Bab 3. PERANCANGAN & IMPLEMENTASI Menguraikan pembuatan aplikasi web administrasi penjualan yang dimulai dari pembagian tahapan-tahapan, yang pertama tahap perumusan materi yang berisi materi-materi yang akan dimasukan kedalam program. Tahap keduaa dalah pembuatan program, yang akan dibahas di dalamnya pembuatan masing-masing interface dan alur program. Tahap ketiga adalah tahap penggabungan materi kedalam program. Tahap keempat adalah tahap pengujian terhadap program yang selesai dibuat, juga pembahasan spesifikasi hardware dan software yang digunakan aplikasi web ini. Bab 4. PENUTUP Berisi kesimpulan dan saran. 1.1. Kesimpulan Berkat kemajuan teknologi komputer saat ini, teknologi jaringan komputer telah meluas. Dan berkat teknologi jaringan itu maka penggunaan data dan program dapat dipakai bersama-sama dengan bersamaan. Maka dari itu dalam penulisan ilmiah ini telah dibuat aplikasi web yang dapat dipakai oleh banyak pengguna dengan hanya menggunakan browser, sehingga aplikasi akan lebih berguna untuk dipakai banyak pengguna. Hal ini sangat cocok untuk diterapkan di dalam dunia bisnis dimana banyak sekali pengguna dari berbagai tempat yang berbeda yang memiliki tujuan pekerjaan yang sama, sehingga aplikasi web menjadi solusi yang paling tepat untuk digunakan oleh banyak pengguna karena bebas dari urusan instalasi program. Dan aplikasi web juga memiliki keunggulan dalam pemeliharaan dan perkembangan program. Karena sumber program diletakan di dalam server maka pemrogram hanya mengubah sumber yang ada di server jika terjadi perkembangan, dan tidak perlu untuk melakukan apapun di setiap komputer pengguna. 1.2. Saran Aplikasi web ini masih sederhana karena hanya memuat urusan penjualan saja. Jika aplikasi web ini dikembangkan seperti untuk memuat urusan pembelian maka program akan lebih berdaya guna untuk berbagai informasi, seperti untuk menghitung stok barang. Untuk itu penulis menyarankan kepada para pembaca yang membaca penulisan ilmiah ini untuk mengembangkan aplikasi web yang sederhana ini agar menjadi lebih luas penggunaannya.